Warna ivory termasuk warna yang sering luput dari perhatian. Bahkan jika dilihat dari pencarian di Google, warna ini terbilang kalah pamor dari beige dan cream. Padahal warna ivory dan padu padannya menawarkan look yang tidak menarik, warnanya tidak terlalu pucat, tidak terlalu hangat, dan cocok di berbagai suasana.
Lalu, sebenarnya apa warna ivory itu dan seperti apa karakter khasnya? Temukan penjelasan lengkapnya di sini!
Asal-usul Warna Ivory

Seperti apakah warna ivory itu?
Nama ivory diadopsi dari jenis dentin atau jaringan keras yang ada pada gading gajah. Dan seperti yang sekarang mungkin sedang kamu bayangkan, seperti warna gading gajah itulah warna ivory: putih dengan aksen kuning yang sangat samar.
Segalanya berawal dari perdagangan gading gajah yang masif pada abad ke-1300-an, ketika material ini banyak digunakan untuk membuat barang-barang mewah seperti patung, terompet, dan ornamen dekoratif lainnya.
Keindahan dan keunikan warnanya kemudian menarik perhatian, hingga akhirnya menjadi inspirasi untuk diterapkan pada kain dalam dunia fashion kelas atas.
Puncaknya terjadi pada abad ke-20, ketika sebagian besar rumah mode dan desainer bridal mulai meninggalkan putih terang yang kaku, beralih ke ivory sebagai warna utama untuk gaun pengantin.
Para desainer menyadari bahwa nuansa hangat ivory tidak hanya terlihat lebih fotogenik, tetapi juga menonjolkan kecantikan alami kulit pemakainya, memberikan kesan lembut dan elegan.
Karakteristik Utama Warna Ivory: The Warm Side of White

Agar tidak salah styling, kamu perlu memahami karakter utama warnanya:
1. Memiliki Warm Undertone
Berbanding terbalik dengan pure white atau brilliant white yang cenderung memiliki undertone biru (dingin), ivory adalah warna yang memiliki dasar kekuningan sehingga tampak lebih hangat.
Karenanya, jika ditanya warna ivory cocok untuk kulit apa, maka jawabannya adalah warm undertone. Alih-alih terlihat kontras atau pucat, kulit kamu justru akan terlihat lebih bercahaya saat mengenakannya.
2. Intensitas Warnanya Lembut
Warna ini tidak memantulkan cahaya sekeras pure white atau pearl white. Sebaliknya, tampilannya lebih "ramah" di mata dan memberikan efek visual yang menenangkan.
3. Membawa Nuansa Timeless Luxury
Karena sejarahnya yang diambil dari material gading, warna ini secara psikologis membawa kesan heritage, antik, dan mahal. Putih biasa mungkin simbol kebersihan dan modernitas, tapi ivory berbicara tentang kemewahan yang subtle dan kedewasaan yang anggun.
4. Serasi dengan Banyak Warna
Sebagai ultimate neutral, warna ini punya kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ingin tampil bold dengan warna-warna cerah? Ia akan menjadi penyeimbang yang lembut. Ingin tampil misterius dengan warna deep dan rich seperti burgundy atau emerald green? Warna ini akan memberikan kontras yang mewah.
Perbedaan Warna Ivory, Cream Beige, dan Putih

Meski sekilas mirip, keempat warna ini punya 'kepribadian' yang sangat berbeda. Mari kita bedah DNA-nya:
-
Ivory vs. Putih: Bayangkan putih sebagai salju yang dingin dan tajam. Sementara ivory lebih hangat dan membawa kesan putih yang comforting.
-
Ivory vs. Cream: Cream itu ibarat vanilla latte yang pekat dan rich akan pigmen kuning. Sedangkan Ivory? Ia jauh lebih ringan, hanya menyisakan 'jejak' kuning yang tipis.
-
Ivory vs. Beige: Beige sudah melangkah ke arah cokelat atau elemen tanah (earthy), sementara ivory lebih condong ke keluarga warna putih.
Inspirasi Padu Padan OOTD dengan Warna ivory
Warna ini memiliki karisma yang cukup kuat untuk berdiri sendiri, namun juga cukup rendah hati untuk menjadi kanvas sempurna bagi warna lain. Berikut adalah pilihan padu padan yang bisa kamu jadikan inspirasi:
1. Ivory Vest dan Ivory Pants

Mengenakan warna ini dari head-to-toe adalah trik rahasia untuk menciptakan ilusi tubuh yang lebih jenjang dan clean.
Berbeda dengan look all-white yang acap kali terasa dingin dan berjarak, palet tone-on-tone ivory justru menghapus kekakuan tersebut. Hasilnya adalah kemewahan yang 'lunak': kamu terlihat rapi dan berkelas, namun tetap memancarkan aura hangat yang approachable dan bersahabat.
Kamu bisa memakai gaya ini untuk menampilkan clean dan mahal tanpa perlu banyak usaha. Tambahkan aksesori emas, dan kamu siap untuk mendominasi ruangan.
2. Ivory Blouse dan Celana Cokelat Muda

Baju warna ivory juga bisa kamu pairing dengan warna cokelat. Keduanya adalah pasangan yang secara alami saling melengkapi.
Kehangatan dari blouse Ivory akan 'melebur' sempurna dengan karakter earthy dari celana cokelat, menciptakan vibe yang tenang dan tidak mengintimidasi. Ini adalah kombinasi yang 'aman' namun jauh dari kata membosankan.
Kuncinya agar terlihat makin polished? Keep it in the family. Pilih aksesori dengan tone netral serupa, entah itu creamy white atau deep brown, untuk mengunci tampilan yang utuh.
3. Knitwear Ivory dan Blue Denim

Lupakan kaos putih biasa, knitwear ivory membawa luxe appeal yang tidak dimiliki oleh warna putih standar. Kedalaman warnanya secara otomatis meng-elevate celana denim sederhana menjadi tampilan yang lebih bernilai dan berkelas.
Sementara itu, warna biru denim hadir sebagai penyeimbang yang pas untuk menyuntikkan kesan muda dan dinamis. Hasilnya? Tampilan kasual yang 'mahal' dan tapi tidak membosankan.
Baca Juga : Contoh Clean Outfit
FAQ: Pertanyaan Paling Sering Muncul Tentang Warna Ivory

Masih penasaran? Berikut adalah rangkuman jawaban dari pertanyaan yang paling sering ditanyakan di Google seputar warna ini:
1. Warna Ivory Cocok di Mix dengan Warna Apa?
Selain contoh warna ivory dan pasangannya di atas, warna pastel, seperti butter yellow atay warna bold, seperti navy juga akan masuk. Pilihan yang perlu kamu hindari adalah pallet warna neon karena akan "membunuh" kesan hangat dan elegan dari warna ini.
2. Apa bedanya warna ivory dan broken white?
Serupa tapi tak sama, perbedaan utamanya terletak pada 'suhu' warnanya. Pikirkan broken white sebagai putih yang 'mendung', ia memiliki campuran elemen abu-abu yang membuatnya terlihat lebih dingin, muted, dan sedikit pudar (dusty).
Sebaliknya, ivory adalah putih yang 'cerah', ia memiliki dasar kekuningan yang memberikan dimensi hangat.
3. Apakah warna ivory membuat kulit terlihat kusam?
Justru sebaliknya. Karena punya undertone hangat warna ini ramah di kulit orang Indonesia, seperti kulit sawo matang dan kuning langsat. Kamu tidak perlu khawatir akan tampak kusam ketika memakainya.
4. Kerudung warna apa yang cocok untuk baju ivory?
Kamu bisa pilih kerudung dengan warna nude, beige, mocca, atau warna yang senada dengan bawahanmu, misalnya bawahan navy, kerudung navy. Jika ingin pakai kerudung warna ivory juga, pastikan ada aksen bros atau texture yang berbeda agar tidak terlihat "mati" atau datar.
Pada akhirnya, memiliki item berwarna ivory di lemari adalah investasi gaya yang cerdas karena warnanya yang sangat versatile, adaptif, dan timeless.
Kamu tidak akan pernah merasa rugi memilikinya karena warna ivory dan padu padannya selalu punya cara untuk menyelamatkan penampilanmu di momen apa pun, dari rapat penting hingga acara santai di akhir pekan.
Siap untuk melengkapi koleksi timeless ini? Jangan tunda lagi, Ladies. Segera kunjungi Benang Jarum sekarang juga untuk melihat ragam koleksi atasan dan bawahan terbaru. Temukan potongan favoritmu dan biarkan pesona ivory menyempurnakan gayamu mulai hari ini!
Baca Juga : Apa Itu Warna Denim dan Sejarahnya