Explore a selection of articles, media coverage, and editorial features highlighting Benang Jarum’s collections, collaborations, and brand journey.
PRESS
Fimela | 27/07/2026
Hujan Bulan Juni, Romantisasi Puisi Sapardi Djoko Damono dalam Koleksi Busana Feminin Elegan
Kolaborasi ini menjadi bentuk pertemuan antara kekuatan desainer ternama asal Indonesia, karakter fashion Benang Jarum, dan inspirasi dari salah satu karya sastra Indonesia yang paling dikenal. Melalui Hujan Bulan Juni, Benang Jarum dan Rama Dauhan menghadirkan koleksi yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga membawa cerita, rasa, dan nilai...
Media Indonesia | 27/07/2026
Terinspirasi dari Puisi Sapardi, Benang Jarum x Rama Dauhan Rilis Koleksi Hujan Bulan Juni
Secara visual, koleksi Hujan Bulan Juni membawa konsep yang ringan, ekspresif, dan mudah dipakai. Permainan wavy stripes yang playful, motif floral yang quirky, serta detail monogram Benang Jarum menjadi elemen utama dalam koleksi ini.
Cosmopolitan Indonesia | 04/08/2026
Puisi Hujan Bulan Juni Jadi Inspirasi Koleksi Benang Jarum dengan Rama Dauhan
Warna dan motif menjadi medium Rama Dauhan dan Benang Jarum menerjemahkan esensi puisi Hujan Bulan Juni, variasi desain dalam koleksi ini mencerminkan kepekaan mereka dalam menghadirkan busana yang tak hanya menarik secara visual, tetapi juga relevan untuk dikenakan sehari-hari.
Femina | 31/07/2026
Hujan Bulan Juni, Koleksi Kolaborasi Benang Jarum dengan Rama Dauhan
Siluet feminin dan elegan ala Benang Jarum dipertemukan kreativitas Rama dalam mengolah sebuah tema jadi terlihat playful dan artistik. Puisi ini membicarakan rasa cinta yang tak terungkap, dan dalam koleksi Rama Dauhan for Benang Jarum ini, cerita tersebut diterjemahkan ke dalam tiga babak utama: Loving, Meeting, dan Finding. Tiga babak ini menjadi benang merah yang menggambarkan perjalanan...
Kompas | 31/07/2026
Benang Jarum dan Rama Dauhan Ubah Puisi Hujan Bulan Juni Jadi Koleksi Fashion Penuh Makna
Creative Director Benang Jarum, Mifthahul Jannah menjelaskan, koleksi ini menginterpretasikan puisi Sapardi Djoko Damono ke dalam perjalanan emosional yang dibagi menjadi tiga babak, yakni loving, meeting, and finding. Tiga fase tersebut menggambarkan proses seseorang dalam mencintai, bertemu dengan pengalaman yang mengubah hidup, hingga akhirnya menemukan tempat yang paling dekat dengan...