Ladies, apakah kamu pernah mendengar istilah kain furing? Kain ini sangat umum digunakan untuk pakaian. Hanya saja, banyak orang tidak menyadari kehadirannya karena lokasinya yang tersembunyi. Tidak akan terlihat jika kamu hanya memperhatikan dari luar. Jadi wajar jika kamu tidak menyadarinya.
Meskipun eksistensinya sering kali tidak disadari, kain ini sangat penting untuk meningkatkan kenyamanan. Maka dari itu, kamu harus lebih mengenal jenis-jenis kainnya. Semuanya dapat kamu pelajari di sini, dari definisi, fungsi untuk pakaian, kelebihan, hingga cara merawatnya agar tidak mudah rusak.
Mengenal Kain Furing dengan Lebih Dekat

Jika melihat definisinya dalam kamus, furing adalah kain pelapis pada bagian dalam baju. Cara penulisan yang benar adalah “vuring”. Namun, di dunia fashion dan konveksi, kata furing lebih umum dan populer. Jadi, Ladies, kamu tidak perlu bingung karena keduanya adalah kata yang sama.
Dalam bahasa Inggris, kain ini dikenal sebagai lining. Kamu akan sering menemukannya pada baju berbahan lace atau tulle. Selain itu, outer yang terbuat dari kain tebal seperti blazer biasanya juga dilapisi dengan kain ini. Bahkan, eksistensinya juga ada pada tas, topi, dan beberapa produk fashion lainnya.
Kenapa Kain Furing Penting bagi Pakaian?

Faktanya, ada beberapa alasan kenapa kain furing baju itu penting, yaitu karena fungsi dan kelebihannya untuk:
1. Mencegah Baju Transparan
Perlu diakui bahwa kain lace dan tulle itu cantik secara visual. Kehadirannya bisa membuat penampilanmu semakin sempurna, terutama jika kamu ingin tampil feminin dan elegan. Hanya saja, karakteristiknya transparan atau tembus pandang. Jadi, kamu perlu kain lain agar kulit tidak terekspos saat memakainya.
2. Menghangatkan Pakaian atau Membuatnya Lebih Adem
Beberapa jenis kain furing memiliki sistem insulasi yang baik. Artinya, kain tersebut dapat membuat baju terasa lebih hangat, sehingga ideal untuk jaket, blazer, dan outer lainnya. Tapi ada juga beberapa kain furing yang adem, biasanya digunakan sebagai pelapis dress brokat, kebaya, dan pakaian sejenis lainnya.
3. Menambah Clean Look
Salah satu fungsi kain furing lainnya adalah untuk menambah kesan clean look, sehingga tampilannya terlihat lebih bersih dan rapi. Hal ini karena karakteristik kain yang tidak mudah kusut dan tidak mudah melar. Jadi, bisa menjaga struktur pakaian.
4. Melindungi Kenyamanan
Kamu juga butuh furing untuk melindungi kenyamanan, terutama jika bahan kain luarnya terasa kasar di kulit seperti lace dan tulle. Gesekan kain yang kasar dapat membuat kulit terasa gatal, sakit, bahkan lecet. Jadi, jangan lupakan kain pelapis yang lembut seperti furing.
5. Lebih Praktis
Karena furing dijahit langsung pada pakaian, pemakaiannya jauh lebih praktis. Pasalnya, kamu tidak perlu memakai inner lagi. Bahannya juga rata-rata licin dan lembut, sehingga mudah dipakai.
6. Menambah Estetika Pakaian
Beberapa jenis baju menggunakan furing untuk meningkatkan estetika. Hal ini karena ada efek berlapis yang berhasil menambah dimensi pada siluet pakaian, sehingga penampilan terlihat makin regal dan elegan.
Macam-Macam Kain Furing

Supaya bisa mengetahui kain mana yang paling cocok untuk kamu, kenali macam-macam kain furing berikut ini!
1. Hero
Jika kamu mencari jenis kain furing yang adem, maka hero adalah jawabannya. Nama lainnya adalah errow. Kelebihan kain furing hero adalah karakteristiknya yang lembut, breathable, dan mudah menyerap keringat. Hal ini karena biasanya terbuat dari katun atau kain lain yang setara dengan katun.
2. Dormeuil
Selain kain furing katun seperti hero, ada juga furing dormeuil. Karakteristiknya super ringan dan nyaman. Biasanya kamu temukan pada vest, blazer, dan jas premium kelas atas.
3. Satin
Beberapa furing terbuat dari kain satin, biasanya terlihat dari visualnya yang cenderung glossy. Cocok untuk kamu yang ingin tampil glamor dan elegan, seperti wedding dress, brokat mewah, dan lain-lain.
4. Asahi
Jenis furing lain yang tidak kalah populer adalah kain furing Asahi, mengingat karakteristiknya yang lembut dan mudah menyerap keringat. Mirip dengan hero, tapi biasanya lebih tebal. Bahannya terbuat dari kain poliester, sehingga harganya lebih terjangkau.
5. Lotto
Pilihan furing lain yang tidak kalah worth it adalah lotto. Terutama, jika kamu mencari furing untuk jaket olahraga dan baju sejenisnya. Hal ini karena karakteristiknya yang lentur dan elastis, sehingga ideal untuk berolahraga dan melakukan aktivitas lain yang menuntut gerak aktif.
Cara Merawat Baju dengan Detail Furing

Meskipun memiliki banyak kelebihan, furing juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah kainnya yang super tipis, sehingga mudah rusak jika tidak dirawat dengan baik. Karena itu, berikut beberapa tips merawat baju dengan detail furing!
1. Proses Pencucian
Jika ingin lebih aman, kamu bisa mencucinya dengan tangan. Namun, jika kamu lebih suka mencuci dengan mesin cuci, pastikan untuk mengatur modenya menjadi “delicate” atau “gentle”. Tujuannya agar kain furing tidak mudah sobek atau rusak.
Selain itu, ada beberapa tips tambahan yang harus kamu perhatikan saat mencuci baju dengan detail furing, yaitu:
-
Gunakan air dingin agar tidak merusak struktur kain.
-
Hindari deterjen berbahan keras karena bisa membuat kain terasa kaku.
-
Jangan gunakan sikat jika mencuci dengan tangan. Cukup rendam di deterjen lembut dan kucek perlahan saja hingga nodanya hilang.
-
Jika ingin memasukkan baju ke mesin pengering, usahakan untuk memakai pelindung khusus agar furing tidak mudah sobek.
-
Jika menggunakan tangan, hindari memeras baju terlalu kuat.
-
Balik baju hingga posisi furing berada di luar, lalu keringkan di tempat dengan sirkulasi udara yang baik.
-
Bila terkena sinar matahari, hindari menjemurnya terlalu lama; cukup 30–60 menit. Lalu, pindahkan ke tempat yang lebih teduh agar kain tidak melar dan kaku.
-
Hindari mengeringkan baju dengan hair dryer atau pemanas lain pada bagian furing secara langsung.
2. Proses Menyetrika
Karena kainnya tipis, kamu tidak boleh menyetrika furing dengan suhu tinggi. Cukup gunakan suhu rendah hingga sedang saja, yang penting bajunya rapi. Hal ini untuk mencegah kain meleleh dan rusak, mengingat furing biasanya sensitif terhadap panas.
Khusus untuk baju-baju non-lace dan non-tulle, kamu bisa fokus ke bagian luarnya saja. Jadi, bagian dalam yang berlapis furing tidak perlu disetrika. Contohnya, pada blazer dan jaket, bagian furingnya akan ikut rapi saat kamu menyetrika bagian luar. Hanya setrika furing jika terasa mengganggu estetika.
3. Cara Penyimpanan
Sama seperti cara menyimpan baju yang lain, kamu harus memastikan dulu bahwa baju tersebut sudah benar-benar kering. Hal ini untuk mencegah bau apek dan jamur. Kamu bisa menyimpannya di lemari dengan cara dilipat atau digantung. Tapi, gantungan lebih baik karena bisa menjaga struktur baju.
Itulah semua informasi tentang kain furing yang wajib kamu ketahui. Jadi, Ladies, tertarik untuk memilikinya? Jika iya, kamu bisa menemukan kain ini di lace collections, blazer collections, dan beberapa koleksi premium lain di Benang Jarum. Ayo cari koleksi favorit kamu sekarang juga!
Baca Juga : Jenis-Jenis Kain Baju